Perbedaan antara Ibadah Umroh dan Ibadah Haji

Apa kabar sahabat Umroh haji? Semoga senantiasa diberikan perlindungan dan kebaikan oleh Allah subhanahu wataa’ala. Aamiin. Oke, pada postingan ini, ayo mencari tahu perbedaan antara ibadah haji dan ibadah umroh . Mungkin sebagian dari kita masih bingung apa perbedaan mendasar dari keduanya, Maka postingan ini dimaksudakan agar para sahabat umroh haji paham tentang perbedaan ibadah haji dan umroh.

Banyak di antara umat Muslim yang sudah tidak tau bahwa ibadah haji dan umroh ialah 2 ibadah yang berbeda-beda. Bakalan melainkan, jikalau mereka dituntut untuk mengklarifikasi perbedaan itu, sebagian besar di antara mereka bakalan gamang dan enggak tau mesti menjawab. Oleh lantaran tersebut, dalam kesempatan artikel saat ini, kami bakalan mengklarifikasi perbedaan-perbedaan kedua ibadah itu. Apa aja ya perbedaan antara haji dan umroh?

Perbedaan Haji dan Umroh Walau sama-sama cuma bisa dikerjakan di tanah suci, haji dan umroh mempunyai perbedaan yang teramat kental. Perbedaan haji dan umroh berada pada hukumnya, waktu penyelenggaraan, lokasi pelaksanaan, serta dari rukun yang mesti dikelola. Berikut ulasannya.

Perbedaan Hukum

Perbedaan haji dan umroh yang pertama berada pada hukum pelaksanaannya. Haji adalah salah satu dari 5 rukun islam. Semua umat muslim yang sanggup secara fisik dan finansial wajib untuk menjalankannya seumur hidup satu kali. Adapun hukum umroh ialah sunnah muakad atau sunnah yang diprioritaskan.

Perbedaan Waktu

Berikutnya, perbedaan antara haji dan umroh juga terletak pada saat pelaksanaannya. Umroh bisa dilaksanakan kapanpun. Saat-waktu mau menjalankannya, kita dapat, kecuali pada empat hari yang diataranya yaitu hari Arafah (9 Djulhijah), hari Nahar (10 Djulhijah), dan hari Tasyrik (11, 12, 13 Djulhijah). Bagi yang hendak mendaftar umroh perlu dicatat untuk mendafta umroh pada travel terpercaya yang berizin, silahkan daftar di travel umroh resmi memiliki izin dari kemenag. Ada berbagai macam paket perjalanan umroh, yang nantinya sahabat bias pilih, selain paket umroh regular, sahabat umroh juga bisa memilih untuk daftar umroh plus turki , umroh plus singapura, umroh plus palestina bagi yang ingin sambil jalan-jalan. Kemudian ada paket umroh Ramadan, dan paket umroh spesial lain.Hal ini berbeda-beda dengan ibadah haji. Ibadah haji cuma dapat ditunaikan di bulan Djulhijah (bulan Haji) aja, tepatnya pada tanggal 9 sampai dengan 11 Djulhijah.

Perbedaan Lokasi

Selain dari saatnya, umrah dan haji juga berbeda-beda dari segi lokasi pelaksanaannya. Keduanya emang dilaksanakan di Makkah AL Mukarromah, bakalan melainkan pada ibadah haji seseorang juga perlu menunaikan rukun yang dilakukan di luar Makkah. Rukun haji yang dilakukan di luar kota Makkah ialah wukuf di Arafah, menginap (mabit) di Muzdhalifah, dan melempar jumroh (batu kecil) di Mina.

Perbedaan Rukun atau Tata Cara Pelaksanaannya

Perbedaan haji dan umroh yang terakhir berada pada rukun atau tata cara pelaksanaannya. Sewaktu umroh, seseorang menunaikan rukun yang diataranya yaitu Ihram, Tawaf, Sya’i, dan Tahalul. Adapun sewaktu haji, semua rukun umroh itu dilakukan dengan penambahan 3 rukun lainnya yakni wukuf di Arafah, menginap (mabit) di Muzdhalifah, dan melempar jumroh (batu kecil) di Mina.

Perbedaan Tingkat Keramaian

Lantaran ibadah umroh dapat ditunaikan kapanpun, maka tingkat keramaian orang yang menunaikan ibadah ini terbilang amat rendah. Kita tidak perlu berdesak-desakan sewaktu menunaikan setiap rukun penyelenggaraan ibadah umroh. Hal ini berbeda-beda dengan ibadah haji. Ibadah haji cuma bisa ditunaikan 1 kali aja selama 1 tahun. Sedangkan seluruh umat Umat islam di dunia mau menunaikannya secara bersama-sama. Mereka menuju Makkah dan alhasil tumpah ruah berkumpul di sana dan mengakibatkan tingkat keramaian yang luar seringkali tinggi. Sejumlah kasus meninggalnya beberapa orang yang melaksanakan ibadah haji bahkan sempat terjadi akibat kepadatan jumlah orang yang berdesak-desakan sewaktu menunaikan rukun haji menyerupai lempar jumroh dan tahalul. Nah, itulah beberapa perbedaan umroh dan haji yang bisa kami sampaikan dalam kesempatan ini. Mudah-mudahan dapat berkhasiat dan menambah pengetahuan fiqih kita mengenai kedua ibadah ini. Salam.